SURAH CINTA DARI YANG MAHA CINTA
Selama ini kita telah jauh dari islam itu sendiri kecintaan kepada dunia ini melalaikan segalanya. Mendambakan setiap kenikmatan dunia,
kehormatan dari manusia dan kebanggan dalam memiliki segalanya. Namun kita
melupakan segala nikmat yang diberikan oleh Allah. Baik nikmat sehat maupun
waktu luang.
Di negeri luar sana banyak ujian yang dihadapi. Jiwa seorang
muslim ditempa untuk memiliki mental dan jiwa yang sehat. Betapa mulia dan
indahnya islam. Mengajarkan segalanya dalam surah cinta yang maha cinta. Dimana
hingga akhir zaman nanti akan banyak jawaban akan kehidupan dan semesta berada
didalammnya dan semuaitu akan terungkap dengan ilmu pengetahuan yang ditempa
manusia. Mengapa kita terlena dengan segala kenikamtan dan keindahan dunia ini.
Hingga tak mampu menjaga jiwa dan amalan yang menyelamatkan kita dari siksa
neraka. Setiap harinya betapa banyak ilmu yang ditebar oleh allah kepada kita ,
dimana sang maha kaya memerintahkan agar kita berfikir dan mempelajari serta
mengamalkan setiap kebaikan yang diberikan. Berapa banyak keluhan dan
ketidakbersyukuran kita atas rahmat dan nikmat Allah. Cobalah renungkan sesaat
akan hal itu. Berikan beberapa saat bagi jiwa yang suci untuk meraskan semuanya
dalam keteguhan iman.
Sungguh dunia sangat luas dimana kita harus bisa memaknainya
dengan hati dan jiwa yang damai. Kedamaian itu dapat kita dapat kan dengan
menjadi muslim yang kaffah. Melihat segala hal secara menyeluruh dan tidak
mudah menaruh prasangka buruk kepada orang lain. Karena memiliki prasangka baik
atas segala hal jauh lebih baik dan memberikan kedamaian dalam diri.
Manusia merupakan makhluk yang di ciptakan dari tanah, buat apa
sombong dan angkuh dengan sesama manusia. Karena agama, ras, suku , bangsa,
tahta, dan kekayaan bukanlah hal yang membedakan manusia. Manusia itu sama yang
membedakannya hanya ketaqwaan kepada Allah. Surah cinta yang maha cinta telah
menyatakan hal itu. Dengan demiakan tak pantaslah seorang manusia meremehkan
manusia lainnya. Hidup di akhir zaman penuh dengan ujian. Namun kecintaan
kekasih Allah telah menyalamatkan manusia- manusia yang mampu menjaga agama
islam dengan amalan dan menjalankan segala perintah Allah dan Rasulnya. Bahkan manusia
akhir zaman akan lebih dicintai oleh sang kekasih Allah Muhammad SAW. Sungguh betapa
besarnya nikmat yang diberikan oleh Allah.
Sebagai muslimah betapa hinanya kita tidak menjalankan surah
cinta dari yang maha cinta dengan menjaga kehormatan kita sebagai seorang
muslimah. Saudariku apakah engkau masih berbangga diri untuk menampakkan
keelokan dan keindahanmu dihadapan yang bukan mahrammu? Bertanyalah pada hati
nurani kita, kita akan menemukan semua itu.
Saudariku yang selalu berprasangka buruk kepada muslimah
yang menjaga kehormatannya dengan pakaian kebangggan dan keindahannya. Hinaan dan caician yang kalian berikan
tidaklah meggetrakan akan kecintaannnya kepada agamanya namun memperkokoh dan
memperkuat kedekatan dan jalinnya dengan Allah. Bertanyalah pada hati nurani
kalian apakah tidak ada kecemburuan di hatimu. Bahwasanya rasul menyatakan
cemburulah pada kedekatan seorang hamba pada penciptanya. Merasa hinalah kalian
yang menghina muslimah yang berusaha menjalin cinta dengan allah.
Mungkin masih banyak keslahan yang tampak dari mereka, namun
tidakkkah kalian bisa melihat usahanya untuk menjalin cinta dengan Allah? Banyak
ujian yang akan menghadang, banyak pula dukungan yang diberikan. Bertahtalah pada
tali agama Allah. Karena setiap hidayah itu tidak ditunggu namun kita harus
berusaha untu mencarinya. Bukankah kerja keras dan proses yang sulit akan
memperkokoh segalanya?
Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan dengan lisan
namun kau bisa merasakannya dengan pikiran, akal sehat serta hati nurani namun
yang terpenting keimanan yang kau miliki. Berapa jauh kaki melangkah, berapa
lama waktu yang telah kau habiskan, betapa banyak hal yang kau lalaikan serta
kau tinggalkan. Tahukah engkau apakah jawaban dari keabadian?
Disini arti keabadian menjalankan segala sesuatu dengan
keimanan, dengan ketakutan kepada yang maha cinta, menjaga al haya yang
dimiliki sebagai muslim dan muslimah. Saudara
dan saudariku, ini akhir zaman, zamannnya fitnah meraja lela, segala kehinaan
akan hadir pada zaman ini. Tapi mampukah kita menjaga keimanan dan agama yang
rahmatan lila almin ini. Akankah al quran selalu hadir dalam lisan kita.
Tidak ada perang senjata di negeri Indonesia ini jika muslim Indonesia
mampu menjaga negerinya sesuai perintah sang pencipta. Al quran telah
menjelaskannya. Negeri Indonesia yang kita cintai akan mampu bangkit dan maju
serta akan mampu menjadi pusat pengendali dunia. Jika segala sesuatu dijalankan
dengan cinta kasih. Berpikir dan menjaga setiap keindahan akan keberagaman yang
kita miliki. Dengan islam segalanya bisa dijalankan karena pedoman al quran dan
hadist akan slalu memabantu dan menuntun kita dalam kesalamatan. Hanya keyakinan
dan niat yang iklaslah harus kita pupuk untuk menjayakan segalanya.
Kenapa kita tidak bisa sebagai pengendali dunia, padahal kitalah
penganut agama islam no 1 di dunia? Apa yang salah dari diri kita? Yaaa, kesadaran akan beragamalah jawabannya. Karena
kita selalu mengaangap bahwa agama itu hanya status di KTP, kita seharusnya
bersyukur terlahir dari keluarga islam, namun betapa malunya kita tidak
memaknai apa itu islam dan kewajiban kita sebagai muslim dan muslimah.
Yakinlah saudara dan
saudariku, kita akan bisa meraih kejayaan islam dan membantu saudara- saudara
muslim kita yang sedang berjuang. Segalanya telah tertulis dalam al quran,
mengapa kita takut? Mengapa kita lemah? Kenapa kekuasaan dan kekayaan membuat
kita tunduk pada dunia? Membuat kita takut akan melawan kejahatan yang
merajalela. Ini bukanlah perang senjata kawan namun perang pemikiran. Semua aspek kehidupan
muslim akan di grogoti dengan semua tipu daya yang diberikan oleh manusia
serakah di muka bumi ini, agar manusia terlena dan tak melakukan apapun demi
tanah air ini demi dunia yang fana ini.
Saat ini kita
telah terjerumus dalam skenario yang
alurnya telah diatur sedemikian rupa. Kapan kita akan menyadari semua ini dengan
teramat sadar dan mampu bertindak? Tanyakan pada keimanan kita. Apa kabarkah keimananmu hari ini?
By: Rada Syintia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar