Jangan Pernah Remehkan Bakat
Dan Kemampuan Seorang Anak
BY: RADA SYINTIA
Di era modern ini banyak kita melihat anak- anak Indonesia yang
tumbuh dengan mental yang tidak sehat. Bagaimana saya mengatakan hal itu karena
telah banyak fenomena yang membuktikan mental anak- anak muda penerus bangsa
sangat lemah, mudah putus asa dan gampang terpengaruh dengan hal baru. Dimana
mereka tidak menfilter informasi apa yang mereka dapatkan. Meniru hal yang
salah dan merusak diri bahkan sering kali melakukan kesalahan yang akan
menghancurkan masa depan generasi muda saat ini. Hal ini sangat mengkhawatirkan
karena generasi penerus bangsa telah terkena virus globalisasi dan kesalahan
dalam mengadaptasi hal baru dimulai sejak dini. Ini membuat kita prihatin akan
dampak dari ketidaksehatan mental generasi muda.
Dengan hal ini sebuah fakta yang mengisahkan bahwa pola asuh
orangtua mempengaruhi tumbuh kembang anak. Baik perkembangan fisik maupun
perkembangan psikologis anak. Perkembangan psikologis, hal ini lah yang
membentuk perilaku seseorang nantinya akan bermental sehal atau tidak. Mental
sehat dimulai dari keluarga dimana keluarga yang mampu menanamkan nilai- nilai
yang baik akan melahirkan anak- anak bermental sehat begitu sebaliknya. Dengan
demikian kita akan membahas pengaruh pola asuh pada perkembangan mental sehat
yang melahirkan generasi hebat nantinya.
Dalam santrock, 2011 mengatakan ada tiga jenis pola asuh yaitu
1. Pola asuh otoriter diamana pola asuh ini tidak memberikan
kebebasan pada anak. Orang tua bertindak otoriter dan mengatur segala sesuatu
yang akan dilakukan oleh anak.
2. Pola asuh permisif dimana orang tua membiarkan anaknya tanpa
menghiraukan sedikitpun, memberikan kebebasan tanpa memperhatikannya.
3. Pola asuh otoritatif dimana pola asuh ini memberikan kebebasan
pada anak serta mengontrol apa saja yang dilakukan anak serta memberi arahan
pada setiap tingkah laku anak.
Dari jenis pola asuh ini kita dapat menerapkan pola asuh yang
mana seharusnya dilakukan. Orangtua yang cerdas akan menerapkan pola asuh yang
terbaik untuk masa depan anaknya, tentunya melakukan hal yang baik dengan
nilai- nilai yang ada dalam keluarga. Disini saya akan memaparkan sebuah contoh
penerapan pola asuh orangtua di Indonesia.
Contoh :
Seorang anak yang bernama Putri, ibunya seorang guru dan
ayahnya wiraswasta. Putri dalam hal ini mengalami hal yang selalu menekannya.
Putri memiliki sorang adik perempuan yang jaraknya hanya satu tahun. Putri anak
yang tidak baik dalam prestasi akademik namun adiknya merupakan anak yang
sangat baik dalam prestasi akademik. Dengan demikian ibu putri sangat
mengagung- agungkan adiknya. Ibu putri tidak mendukung prestasi putri dibindang
non akademik dan ibu memandang itu sebuah hal yang tak berharga dan tidak
penting. Semasa SMP putri di antar jemput ke sekolah dan tempat les. Dengan
demikian putri tidak memiliki kebebasan dalam bergaul dengan teman temannya.
Ibu putri melarang dia untuk berteman kecuali dengan orang- orang pintar dalam
akademik. Ibunya hanya menghargai teman- teman yang baik dalam akademis. Dengan
pengawasan yang demikian ketika ayah putri bekerja keluar kota putri berubah
menjadi anak yang mencoba segala sesuatu tentang hal- hal baru seperti merokok,
meminum alkohol dan masuk dalam pergaulan bebas. Karena selama ini putri tidak
boleh berteman dan bergaul dengan lingkungannya. Dia hanya boleh bergulat
dengan buku. Ibu putri tidak menghargai bakat dan prestasinya dibidang non
akademik. Ibunya selalu meremehkan putri karena prestasi akademik putri tidak
baik.
Dengan hal demikian putri menjadi anak yang terkekang,
sekali lepas Putri bertindak menjadi anak yang nakal dan masuk dalam pergaulan
yang salah. Ini merupakan kesalahan dalam penerapan pola asuh yang salah.
Karena orangtua terlalu menekan anak dan tidak menghargainya. Orangtua hanya
ingin anak ikut dengan kata- katanya. Dan anak tidak pernah diberi kebebasan
untuk berkarya. Yang menimbulkan anak- anak yang lemah dalam menjalani
kehidupannya. Karena diremehkan dan tidak dihargai.
Ini salah satu potret pola asuh orangtua yang ada di Indonesia. Yang
masih memandang anak yang cerdas dan hebat adalah yang berprestasi dibidang akademik.
Polemik yang membara dirumah tangga antara ayah dan ibu juga mempengaruhi
tumbuh kembang seorang anak. Dengan demikian orangtua harus mengerti dan harus
mengetahui bahwa setiap anak memiliki hal yang unik dan berbeda , memiliki
bakat dan kemampuan yang berbeda juga. Dengan demikian orangtua seharusnya
memberikan dukungan dan memperbaiki pola pengasuhan terhadap anak. Karena anak
yang selalu dikekang akan memunculkan perilaku- perilaku yang buruk dan merusak
terhadap dirinya sendiri maupun keluarga itu sendiri.
Ayoo... sekarang kita sudah menegtahui salah satu fakta yang ada
disekitar kita, dengan hal itu mari kita hargai setiap kemampuan dan bakat yang
dimiliki oleh setiap anak, jangan remehkan namun segala potensi yang
dimilikinya harus kita asah untuk menjadi luar biasa . semua itu harus ada
prosesnya.
"manusia itu unik, berbeda dan kaya akan segala potensi, namun semua itu akan muncul pada setiap prosesnya. Hargai dan berilah dukungan agar semua itu jadi kebanggaan"
danke schoon.....
aufwidersehen.............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar